Tarawangsa, Seni 0rmatan yang Terlupakan (1/21)

(atas) Dua orang sesepuh berbincang ketika para saehu wanita melakukan nyareatan dalam acara Ngalaksa. Tarian yang diiringi oleh tarawangsa ini bisa berlangsung semalam suntuk.

Tidak ada syair atau lirik dalam kesenian musik ini. Alat musik yang digunakanpun sangat sederhana, sebuah rebab purba berdawai dua dan kecapi kuno dengan senar tujuh. Tarian yang menyertainya tidak beraturan, mereka hanya mengikuti lantunan musik yang lembut. Dari tarian inilah pribadi manusia sejati terungkap.

Ranca Kalong secara administratif adalah sebuah kecamatan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sumedang. Kecamatan Ranca Kalong terdiri dari beberapa desa di antaranya: Desa Rancakalong, Nagarawangi, Pasir Biru, Pamekaran, dan Cibunar. Desa-desa itulah yang dianggap sebagai pusat kebudayaan dan seni di Ranca kalong karena memiliki rurukan-rurukan atau kelompok-kelompok seni Tarawangsa.

Udara di daerah Ranca kalong masih terasa segar karena daerah ini memiliki keadaan alam yang dikelilingi oleh Pegunungan. Sebagian Wilayah Ranca Kalong didominasi oleh pesawahan yang luas. Setiap pagi udara di Ranca Kalong begitu dingin terutama airnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budaya Nusantara, Sajian Utama | 1 Komentar

Media, Budaya, dan Permasalahnnya (2/2)

Menjawab Keraguan

Media massa mempunyai potensi yang besar dalam penyebaran pesan dan pengaruh kepada masyarakat. Dengan maraknya budaya massa yang ditawarkan oleh media massa, serta bergesernya nilai-nilai kemasyarakatan, eksistensi kebudayaan nasional seperti berada di ujung tanduk.

Kebudayaan yang telah lama diciptakan dan menjadi acuan dan tuntunan hidup masyarakat kini hampir punah dan lepas dari perhatian masyarakat pendukung budaya tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel, Redaksi | 2 Komentar

Media, Budaya, dan Permasalahnnya (1/2)

Media massa merupakan salah satu sarana untuk pengembangan kebudayaan, bukan hanya budaya dalam pengertian seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata-cara, mode, gaya hidup dan norma-norma (Dennis McQuil, 1987)

Peran yang Hilang

Pada hakikatnya manusia adalah pencipta kebudayaan, namun sebaliknya manusia dalam pertumbuhan dan perkembangannya juga ditentukan oleh kebudayaan. Kualitas hubungan timbal balik ini merupakan tolok ukur suatu masyarakat kebudayaan.

Media massa berperan untuk tumbuh dan berkembang sebuah budaya. Karena media massa sebuah budaya nasional dapat tetap bertahan dan karena media massa pula sebuah budaya nasional dapat mati terlindas oleh eksistensi budaya lain. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel, Redaksi | Tinggalkan komentar

Dari Kami

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa. semua budaya tradisi memiliki nilai dan kedudukan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Karena budaya tradisi mengajarkan kita banyak hal, mengajarkan kita untuk bersyukur, megajarkan kita untuk saling menghormati, dan lain sebagainya. Dengan budaya kita semakin arif dan bijak dalam kehidupan ini.

Hanya saja, kehidupan yang semakin modern mendesak budaya tradisi untuk menyingkir. mereka -gaya hidup modern- ingin menerapkan pola hidup instant, individualis, serta menyampigkan kerbersamaan dan sikap toleransi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budaya Nusantara, Redaksi | 1 Komentar

Mengapa Online?

Internet adalah benak buana manusia di era yang akan datang. Pesatnya perkembangan teknologi informasi, menuntut media bergerak cepat dan dinamis. Dengan  adanya internet kita dapat mengakses data lebih banyak, lebih cepat, dan tentunya lebih praktis.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa internet telah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Pengguna internet kian hari kian bertambah, hal ini menunjukan bahwa internet sangat dibutuhkan sebagai media informasi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budaya Nusantara, Redaksi | 2 Komentar

Selayang Pandang

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Budaya yang ada di Indonesia mengandung makna kearifan lokal bagi masyarakat di wilayah asal budaya itu dikenal. Dan juga mengandung arti kehidupan yang mendalam tentang kecintaan masyarakat terhadap Tuhan, lingkungan, serta hubungan sesama manusia.

Namun, pada saat ini budaya indonesia seolah kehilangan esensinya. Hal itu diakibatkan oleh kuatnya arus modernisasi yang masuk ke dalam budaya Indonesia. Tentunya ini berdampak pada turunnya minat masyarakat untuk mempelajari dan mengembangkan kebudayaan yang ada di Indonesia ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budaya Nusantara, Redaksi | Tinggalkan komentar